Aksi Cepat PWNU Sumbar Ringankan Beban Korban Banjir dan Longsor di Banda Gadang

Aksi Cepat PWNU Sumbar Ringankan Beban Korban Banjir dan Longsor di Banda Gadang

 

Padang — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Selasa (2/12/2025). Bencana yang dipicu curah hujan tinggi dan pengaruh siklon tropis ini telah menyebabkan sejumlah rumah terendam serta merusak fasilitas publik.

Rombongan PWNU Sumbar dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah KH. Moch Chozien Adenan, didampingi Katib Syuriyah Dr. H. Joben, MA, Ketua Tanfidziyah Prof. H. Ganefri, Ph.D, dan Sekretaris PWNU Sumbar H. Tan Gusli, S.Fil.I., MAP., MA. Hadir pula Wakil Rais Syuriyah Prof. H. Ahmad Wira, Dt. Diko, Ph.D, serta Ketua LPBINU Sumbar Drs. Basrial Aidil yang turut memantau langsung kondisi masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, PWNU Sumbar menyalurkan 300 paket sembako yang berisi beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan diserahkan langsung kepada warga yang terdampak, khususnya keluarga yang rumahnya terendam banjir dan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan cepat.

Moch Chozien Adenan menyampaikan bahwa kehadiran PWNU tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat kebersamaan. “PWNU hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Ini adalah ujian bagi kita semua, dan sudah menjadi kewajiban moral kami untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk nyata solidaritas Nahdliyyin Sumatera Barat. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga. InsyaAllah, PWNU akan terus hadir sampai kondisi kembali pulih,” lanjut KH. Chozien.

Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar, Prof. H. Ganefri, Ph.D, menambahkan bahwa langkah cepat PWNU bertujuan mengisi celah kebutuhan masyarakat di masa darurat. “Bencana ini menimbulkan dampak yang cukup luas. Banyak warga yang kehilangan harta benda. Karena itu, PWNU berkomitmen membantu secara terstruktur dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Prof. Ganefri juga mengajak masyarakat luas, terutama warga Nahdlatul Ulama, untuk ikut terlibat dalam gerakan solidaritas kemanusiaan ini. “Kami membuka ruang partisipasi seluas-luasnya. Bantuan apa pun sangat berarti bagi penyintas bencana. Kebersamaan adalah kunci untuk bangkit dari musibah ini,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya lanjutan, PWNU Sumbar telah membuka Posko Donasi PWNU Sumbar Peduli Darurat Bencana yang menjadi pusat koordinasi penggalangan dana dan penyaluran bantuan. Posko ini dibuka untuk masyarakat yang ingin menyalurkan amanah dalam bentuk donasi maupun barang kebutuhan darurat.

Masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui rekening resmi PWNU Sumatera Barat di Bank BNI Nomor Rekening 3573577799 atas nama PWNU Provinsi Sumatera Barat, atau melalui Bank Nagari Nomor Rekening 21030216986881 atas nama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumbar. Setiap donasi dapat dikonfirmasi melalui nomor 0812-8522-8440.

PWNU Sumbar menegaskan bahwa seluruh bantuan yang masuk akan dikelola secara transparan dan disalurkan sesuai kebutuhan lapangan. Proses distribusi juga melibatkan LPBINU sebagai lembaga yang fokus pada penanggulangan bencana dan mitigasi risiko.

Hingga kini, proses pemulihan pascabencana masih berlangsung di berbagai titik di Kota Padang dan Sumatera Barat. PWNU Sumbar memastikan akan terus mendampingi warga terdampak dan melakukan penyaluran bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Gerakan peduli sesama ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi bencana alam yang kerap datang secara tiba-tiba. PWNU Sumbar menegaskan bahwa nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian adalah fondasi utama dalam membantu warga melewati masa sulit ini. (Afrizen : Ketua PCNU Kabupaten Solok)

Leave a Reply