BAGAIMANA REMAJA MUSLIM TETAP BERAKHLAK DI TENGAH GEMPURAN MEDIA MASSA?

BAGAIMANA REMAJA MUSLIM TETAP BERAKHLAK DI TENGAH GEMPURAN MEDIA MASSA?

Reisa Aulia Fatimah

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah

Di era digital seperti sekarang ini, media massa yaitu tv, internet, dan sosial media sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Informasi dapat menyebar dengan begitu cepat, tetapi tidak semua membawa kebaikan. Media massa memiliki dua pengaruh, yaitu positif dan negatif. Hal ini menjadi tantangan yang sangat besar bagi generasi muslim agar tidak mudah terpengaruh pada hal yang berbau negatif. Bagaimana agar tetap bisa menjaga akhlak di tengah banjirnya informasi dan hiburan yang terkadang tidak selalu memiliki sifat positif? Bagaimana pandangan islam terhadap informasi dan perilaku? Apakah akhlak itu? Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana generasi muslim bisa memahami definisi akhlak serta bagaimana menjaga akhlak lalu menerapkannya di kehidupan sehari-hari di tengah gempuran media massa.

  1. Definisi Akhlak

Sebelum pada pembahasan inti yaitu bagaimana tetap berakhlak di tengah gempuran media massa, kita perlu memahami terlebih dahulu apa definisi akhlak itu. Akhlak merupakan bentuk jama’ dari kata khuluqon yang artinya perangai, kelakuan, tabiat, watak dan kebiasaan. Menurut imam Al-Ghazali, akhlak merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa sehingga perbuatan baik atau buruk muncul dengan mudah atau spontan tanpa perlu banyak pertimbangan. Akhlak itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu akhlak terpuji (akhlaqul karimah) dan akhlak tercela (akhlaqul mazmumah).

 

  1. Akhlak Terpuji (akhlaqul karimah)

Akhlak terpuji merupakan segala sikap, ucapan, dan perbuatan baik yang disukai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Seperti, Jujur, rendah hati, amanah, sabar, dermawan, adil, dan tawakal.

  1. Akhlak Tercela (akhlaqul mazmumah)

Akhlak tercela merupakan kebalikan dari akhlak terpuji, yaitu sikap, ucapan, dan perbuatan buruk yang dibenci oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Seperti, berbohong, khianat, kikir, sombong, riya, iri dan dengki.

  1. Pengaruh Media Massa Terhadap Akhlak

Media massa mempunyai dua sisi yaitu, sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif dari media massa adalah dapat dijadikan sarana dakwah, menyebarkan ilmu, atau bahkan mencari inspirasi. Kita tidak bisa menampik bahwasanya media massa sangat bermanfaat apabila digunakan dengan benar. Adapun sisi negatif dari media massa adalah menormalisasikan gaya hidup yang tidak sesuai atau bertentangan dengan nilai islam. Seperti hedonisme, yang mana dalam islam kita dianjurkan untuk tidak bermegah-megahan karena dapat mendatangkan rasa ketidakpuasan sehingga jarang bersyukur. Lalu ada gosip, yang mana dalam islam hal tersebut sangat amat tidak diperbolehkan karena diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri. Remaja muslim terkadang tanpa sadar meniru gaya hidup tersebut sehingga jauh dari nilai-nilai keislaman. Hal itu menegaskan betapa kuatnya media massa mempengaruhi akhlak dan gaya hidup seseorang.

  1. Pandangan Islam Terhadap Informasi dan Perilaku

Islam menegaskan pentingnya menjaga pandangan, ucapan, dan perilaku. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 36 :

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (Q.S Al-Isra: 36).

Artinya, apa yang akan kita lihat dan dengar akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Maka dari itu, generasi muslim perlu bijak memilih tontonan dan bacaan agar tidak memudaratkan diri sendiri.

  1. Cara Menjaga Akhlak Di Tengah Arus Media Massa

Agar senantiasa dalam jalan yang diridhoi Allah SWT, perlu adanya amal sholih yang kita lakukan, salah satunya adalah dengan menjaga nilai akhlak kita sendiri. Berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk menjaga akhlak di tengah banyaknya arus media massa yang tidak selalu positif.

  1. Tabayyun (menyaring sebelum percaya dan menyebarkan)

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 6:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti.”

Generasi muslim sebaiknya belajar membedakan mana berita yang benar dan mana yang opini, gosip, atau bahkan fitnah. Dengan begitu kita bisa terhindar dari dosa menyebarkan informasi yang salah.

  1. Mengontrol apa yang dibaca, ditonton, dan yang didengar

Setiap tontonan dan lagu mempunyai pengaruh terhadap hati. Karena itu, penting untuk memilih konten yang memberi manfaat dan menambah pengetahuan. Jangan biarkan kita terbiasa mendengar dan membaca konten yang berisi ujaran kebencian, kekerasan, atau hal-hal lain yang dapat menurunkan nilai moral kita sendiri. Rasulullah SAW bersabda :

“Di dalam tubuh ada segumpal daging yang jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah itulah hati.” (H.R Bukhari dan Muslim).

Menjaga hati berarti menjaga seluruh tubuh kita, apa yang didengar, dilihat, dan dibaca. Karena akan berpengaruh buruk jika yang kita dengar dan lihat adalah keburukan.

  1. Gunakan media untuk kebaikan dan dakwah

Daripada hanya digunakan untuk scroll hal-hal yang kurang bermanfaat, kita bisa memanfaatkan media massa untuk menyebarkan hal-hal kebaikan. Seperti berbagi kutipan Al-Quran, kisah inspiratif, atau hal-hal lainnya yang dapat menguatkan iman dan semangat bagi pendengar dan pembaca. Dengan begitu, kita tidak hanya menjadi penikmat media tetapi juga menjadi pembawa kebaikan di dalamnya.

  1. Bijak dalam berkomentar dan berinteraksi online

Di zaman sekarang marak sekali orang-orang yang berani berkata kasar atau menyinggung orang dalam media massa karena merasa “aman” di balik layar. Padahal dalam islam, setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban.

“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu hadir.” ( Q.S Qaf: 18).

Generasi muslim perlu menanamkan adab dalam berkomentar, tidak menjelekkan orang lain, dan tidak menggunakan bahasa yang kasar. Karena media massa tetap tempat untuk berakhlak sama seperti dunia nyata.

  1. Meningkatkan iman dan ilmu

Semua upaya di atas akan lebih mudah jika kita terus memperkuat iman dan ilmu kita. Dengan iman kita akan bisa lebih peka dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dengan ilmu, kita akan bisa memahami konteks dan tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang menyesatkan.

Kesimpulan

Media massa adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja masa kini. Setiap hari, berbagai informasi, hiburan, dan opini datang silih berganti dari berbagai arah. Di tengah hal tersebut, remaja muslim dituntut untuk selalu bijak dan berhati-hati agar tidak terpengaruh dan terbawa arus sehingga merusak akhlak. Islam telah memberikan pedoman yang jelas dalam menerima informasi, yaitu dengan tabayyun, menjaga hati, serta berkata dengan bahasa yang baik. Hal itu menunjukkan bahwa dalam islam, akhlak bukan hanya dijaga di dunia nyata tetapi juga di dunia digital. Maka dari itu, remaja muslim harus mampu memfilter setiap konten yang dikonsumsi, menggunakan media untuk kebaikan, dan memperkuat iman serta ilmu agar tidak mudah goyah oleh trend yang dapat menyesatkan. Jika digunakan dengan baik, media massa bisa menjadi tempat atau alat dakwah dan sarana membangun peradaban yang berakhlak mulia.

Leave a Reply