FENOMENA ANAK HITS DI ERA DIGITAL PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP REMAJA

FENOMENA ANAK HITS DI ERA DIGITAL PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP REMAJA

Egi Divya Tyara Bilkis

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah

 

Di era digital yang semakin maju, muncul salah satu istilah yang begitu akrab di telinga generasi muda “anak hits.” Istilah ini tertuju pada remaja yang dianggap trendi, gaul, dan selalu mengikuti perkembangan terbaru di media sosial. Dari gaya beroutfit, tempat nongkrong, hingga gaya berbicara, semuanya tidak lepas dari pengaruh dunia digital, khususnya media sosial. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Contohnya seperti saat ini sedang marak-maraknya di media sosial yaitu kasus perselingkuhannya selebgram Tiktok bernama Julia Prastini atau lebih akrab dipanggil jule yang sedang viral di media sosial. Isu perselingkuhan tersebut tengah ramai diperbincangkan setelah sejumlah foto dan video Jule dan safrie tersebar luas, hingga kini pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Kejadian ini menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi publik. Untuk itu media sosial juga ikut membentuk standar hidup yang tidak realistis. Sehingga muncul tekanan sosial bagi banyak kalangan untuk selalu terlihat ideal. Hal ini terutama dirasakan oleh remaja yang ingin disebut “anak hits” karena mereka merasa harus selalu tampil keren, mengikuti tren, dan harus terlihat estetik di setiap kesempatan.

Di zaman sekarang, hal tersebut dianggap wajar, karena banyak remaja takut untuk dibilang ketinggalan zaman atu disebut katro. Dampaknya, gaya hidup remaja pun ikut berubah. Banyak dari mereka rela menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli barang bermerek, nongkrong di tempat yang lagi viral, atau ikut tren tiktok supaya bisa terlihat keren di media sosial. Akibatnya, gaya hidup boros dan jadi kebiasaan. Banyak dari mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian melalui jumlah pengikut, like, dan komentar. Hal itu membuat remaja lebih fokus pada penampilan dan pencitraan diri di dunia maya dibandingkan di dunia nyata. Meskipun tidak semua remaja berasal dari keluarga yang mampu. Namun, pengaruh media sosial juga tidak selalu negatif. Seperti saat ini melalui platform digital, remaja juga bisa mengembangkan kreativitas, membangun jaringan pertemanan, bahkan mendapatkan peluang bisnis. Kendalanya adalah bagaimana mereka bisa menggunakan media sosial secara bijak, agar tidak terjerat dalam desakan sosial atau perilaku boros yang berlebihan.

Ahli komunikasi memberitahu bahwa keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam mengarahkan remaja agar mampu memanfaatkan media sosial dengan positif. Dengan arahan yang tepat, media sosial dapat menjadi media pengembangan diri, bukan sekadar ajang mencari popularitas. Namun potensi positif,tersebut sering kali tidak dimanfaatkan secara maksimal. Di balik semua masalah ini, ada satu hal penting yang sering dilupakan, yaitu kurangnya pengawasan dari orang tua, serta kurang nya literasi digital. Banyak orang tua yang tidak menyadari apa saja yang suda dilakukan anak-anaknya dalam dunia maya. Sementara di sisi lain, sekolah belum sepenuhnya siap memberikan pendidikan yang memadai tentang cara menggunakan internet yang baik bijak dan bertanggung jawab. Akibatnya remaja kita semakin rentan terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Cara Mencegah Dampak Negatif Media Sosial

Supaya remaja tidak terpengaruh secara berlebihan oleh media sosial, ada beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya:

  1. Menggunakan media sosial dengan bijak.

Remaja harus menyadari bahwa tidak semua yang terlihat di media sosial itu kenyataan. Pakai media sosial untuk hal-hal positif seperti belajar, berkreasi, dan berbagi hal yang berguna.

  1. Membatasi waktu penggunaan media sosial

Menentukan batas waktu dalam memakai sodmed akan membantu mencegah kecanduan dan menjaga kesetaraan antara dunia maya dan dunia nyata.

  1. Tingkatkan kepercayaan diri.

Fokuslah pada potensi dan kelebihan diri sendiri, tidak untuk membandingkan dengan orang lain. Setiap pribadi memiliki keunikan masing-masing.

  1. Bangun interaksi bersama keluarga dan teman.

Curhat atau berdiskusi dengan orang tua, guru, atau sahabat bisa membantu mengatasi tekanan sosial yang muncul akibat pengaruh media sosial.

  1. Mengikuti kegiatan positif di luar media sosial.

Mengikuti kegiatan olahraga, organisasi, atau kegiatan sosial dapat membantu remaja menyalurkan energi secara positif dan memperbanyak  pengalaman di dunia nyata.

Dampak Negatif Media Sosial bagi Remaja

Media sosial atau biasa disebut “Medsos” juga memiliki dampak negatif yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah kecanduan media sosial yang dapat mengganggu waktu belajar dan istirahat. Selain itu, munculnya perilaku membandingkan diri dengan orang lain dapat menurunkan rasa percaya diri dan menimbulkan perasaan tidak puas terhadap diri sendiri. Media sosial juga sering menjadi tempat munculnya perundungan (cyberbullying) yang dapat menyakiti mental remaja. Selain itu, terlalu sering melihat konten foya-foya dapat membuat remaja lebih mementingakan penampilan daripada prestasi.

Dampak Positif Media Sosial bagi Remaja

Meskipun sering dikaitkan dengan hal negatif, media sosial sebetulnya juga memiliki banyak dampak positif jika digunakan dengan benar. Melalui media sosial, remaja bisa meraih berbagai informasi dan wawasan baru, bahkan belajar hal-hal yang tidak diajarkan di sekolah. Banyak remaja yang berhasil mengembangkan bakatnya, seperti membuat konten edukatif, seni digital, musik, atau menulis. Selain itu, media sosial juga bisa menjadi sarana untuk membangun hubungan sosial dan mengasah kemampuan komunikasi. Tak sedikit remaja yang memanfaatkan media sosial untuk memulai bisnis kecil atau promosi sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Fenomena “anak hits” di era digital menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap gaya hidup remaja. Media sosial dapat memberikan manfaat positif, seperti memperluas wawasan, meningkatkan kreativitas, serta membantu remaja untuk mengekspresikan diri. Namun, di sisi lain, media sosial juga dapat menimbulkan dampak negatif jika digunakan secara berlebihan, seperti menurunnya kepercayaan diri, kecanduan, dan munculnya perilaku konsumtif. Oleh karena itu, remaja perlu menggunakan media sosial dengan bijak dan seimbang. Peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam membimbing remaja agar mampu memanfaatkan media sosial secara positif. Dengan kesadaran, pengawasan, dan pemanfaatan yang tepat, media sosial dapat menjadi sarana untuk berkembang dan membentuk kepribadian yang baik di tengah kemajuan teknologi digital saat ini.