KHUTBAH JUMAT
QUNUT NAZILAH: IKHTIAR SPIRITUAL MENGHADAPI MUSIBAH DI SUMATERA BARAT
Oleh: Duski Samad
Guru Besar UIN Imam.Bonjol Padang
Khutbah Pertama
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada hari-hari ini, Sumatera Barat sedang berada dalam ancaman bencana hidrometeorologi: banjir, longsor, angin kencang, tingginya curah hujan akibat penguatan Monsun Asia, serta peringatan dini dari BMKG yang menyatakan kondisi gawat darurat. Banyak saudara kita yang cemas, khawatir, dan waspada karena cuaca ekstrem yang tidak menentu.
Dalam kondisi seperti ini, Islam memberikan dua ikhtiar:
1. Ikhtiar lahiriah — menjaga lingkungan, waspada, saling membantu, mengikuti informasi resmi.
2. Ikhtiar batiniah — memperbanyak doa, istighfar, kembali kepada Allah, dan melaksanakan Qunut Nazilah.
1. Musibah dalam Kaca Mata Al-Qur’an
Allah berfirman:
“وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ…”
“Dan sungguh akan Kami uji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar…” (QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat ini menegaskan bahwa musibah bukan sekadar bencana, tetapi ujian iman yang mengajak kita untuk lebih dekat kepada Allah. Di ayat lain Allah mengingatkan:
“وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ”
“Musibah yang menimpa kalian adalah akibat ulah tangan kalian sendiri.” (QS. Asy-Syura: 30)
Kerusakan lingkungan, penebangan hutan, sampah di sungai, dan lemahnya kepedulian sosial sering kali memperparah bencana. Maka musibah adalah peringatan moral dan ekologis.
2. Teladan Nabi dalam Menghadapi Bencana
Ketika umat Islam ditimpa malapetaka, pembunuhan, wabah atau ancaman besar, Nabi melakukan Qunut Nazilah selama sebulan, mendoakan keselamatan kaum mukmin.
Dari Anas bin Malik:
“قَنَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا…”
“Rasulullah melakukan Qunut selama sebulan…” (HR. Bukhari & Muslim)
Ini menunjukkan bahwa Qunut Nazilah adalah syiar kebersamaan umat, doa keselamatan kolektif yang dilakukan saat bahaya mengancam.
3. Mengapa Kita Lakukan Qunut Nazilah?
Karena:
Ancaman bencana di Sumbar bersifat umum dan dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Nabi SAW mencontohkan Qunut Nazilah sebagai ikhtiar saat kondisi genting.
Para ulama Syafi’iyah — mazhab mayoritas di Minangkabau — membolehkannya pada shalat Subuh, dilakukan serentak sampai keadaan aman.
Ini bukan sekadar ritual, tetapi wujud persatuan batin, memperkuat solidaritas, serta menyerahkan diri kepada Allah.
4. Apa Ikhtiar yang Harus Kita Lakukan?
1. Banyak beristighfar
“Barangsiapa memperbanyak istighfar, Allah beri jalan keluar dari setiap kesempitan.” (HR. Abu Dawud)
2. Menjaga lingkungan
Bencana besar sering bermula dari kerusakan alam yang dibuat manusia.
3. Tolong-menolong
“وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى”
“Tolong-menolonglah dalam kebaikan dan takwa.” (QS. Al-Maidah: 2)
4. Mengambil peringatan dari musibah
Musibah adalah cermin untuk mengoreksi diri, memperkuat iman, dan meningkatkan ketakwaan.
5. Melaksanakan Qunut Nazilah secara serentak
Memohon perlindungan Allah untuk Sumatera Barat dan seluruh masyarakat.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Bencana tidak sekadar fenomena alam. Ia adalah panggilan untuk kembali kepada Allah, memperbaiki diri, menjaga lingkungan, dan menguatkan persaudaraan.
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ
“Maka larilah kalian kepada Allah.” (QS. Az-Zariyat: 50)
Semoga Allah menjaga negeri kita dari segala bahaya.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله حمداً كثيراً كما أمر. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di tengah ancaman bencana, kita memohon perlindungan kepada Allah dengan doa yang diajarkan Nabi SAW:
“اللهم إنا نستودعك أنفسنا وأهلينا وبلادنا، اللهم ادفع عنا البلاء والوباء والزلازل والمحن.”
Hari-hari ini adalah momentum untuk memperkuat tiga hal:
1. Ketakwaan kepada Allah
Musibah adalah pengingat agar kita kembali ke jalan lurus, menjauhi maksiat, memperbanyak amal saleh, dan bertaubat.
2. Solidaritas dan kepedulian sosial
Ketika bencana terjadi, yang paling dibutuhkan adalah: gotong royong,
perhatian kepada sesama,
membantu mereka yang terdampak.
3. Doa Qunut Nazilah
Mulai Subuh Jumat ini, mari seluruh imam masjid dan mushalla di Sumatera Barat melaksanakan Qunut Nazilah secara serentak, memohon agar Allah:
menjaga negeri kita,
meredakan hujan,
menjauhkan banjir bandang dan longsor, menguatkan saudara-saudara kita,
menurunkan rahmat dan ketenangan.
Doa Penutup Khutbah
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم إنا نسألك العفو والعافية، والمعافاة الدائمة في الدين والدنيا والآخرة.
اللهم احفظ بلادنا وسائر بلاد المسلمين من الفتن ما ظهر منها وما بطن.
اللهم ادفع عنا الغلاء والوباء والربا والزنا والزلازل والمحن وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن.
اللهم إنا نعوذ بك من جهد البلاء، ودرك الشقاء، وسوء القضاء، وشماتة الأعداء.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان…
Kemudian menutup dengan membaca:
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.






