Upaya memperkuat budaya baca di masyarakat terus digalakkan oleh Perpustakaan Pelita Hati Desa Nanggerangjaya. Lembaga ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat kegiatan edukatif dan sosial yang menumbuhkan semangat literasi di semua kalangan, terutama anak-anak usia dini.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan literasi, perpustakaan tersebut meluncurkan Program Penghargaan Literasi Desa. Program ini bertujuan memberikan apresiasi kepada anak-anak Generasi Nanggerangjaya atau Masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan literasi. Inisiatif ini mendapat sambutan positif karena dinilai mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya membaca sebagai dasar kemajuan desa.
Kepala Perpustakaan Pelita Hati, Fadli Daud Abdullah, S.H.,M.H., menjelaskan bahwa kegiatan penghargaan ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan daya kritis, serta membuka peluang kemajuan masyarakat desa di era digital.
“Membaca bukan hanya kegiatan intelektual, tetapi juga sarana membangun nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Melalui buku, seseorang belajar memahami diri, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan empati terhadap sesama,” ujar Fadli dalam wawancaranya di acara HUT Desa Nanggerangjaya yang ke-45 Tanggal 27 Oktobr 2025 pada kegiatan Apresiasi Literasi Desa yang digelar di Desa Nanggerangjaya.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan pentingnya penguatan literasi sejak usia dini. Ia menyebutkan bahwa “Anak-anak merupakan generasi emas yang perlu dibekali dengan kebiasaan membaca dan berimajinasi sejak dini. Melalui buku dan cerita, anak-anak dapat mengembangkan pola pikir kritis serta membangun karakter yang kuat.”
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi anak-anak, tetapi juga membangun interaksi sosial dan semangat belajar bersama di lingkungan desa.
Dedikasi dan kepemimpinan Fadli Daud Abdullah, S.H.,M.H. beserta pengurus lainnya Eka Raditya Fajar Saputra (Sekretaris Perpustakaan), Firyal Maheswari Pratama (Bendahara Perpustakaan), Riowan Ramadhani (Pembina Perpustakaan/Kasipel Desa), menjadi faktor penting di balik kemajuan perpustakaan ini. Dengan pendekatan kolaboratif dan edukatif, ia berhasil mengubah persepsi masyarakat tentang perpustakaan. Kini, perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang membosankan, melainkan sebagai ruang inspirasi dan pemberdayaan yang hidup dan dinamis.
Gerakan literasi ini juga mendapatkan dukungan luas dari Pemerintah Desa Nanggerangjaya, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Tokoh Masyarakat dan seluruh Masyarakat Desa Nanggerangjaya. Kolaborasi tersebut menciptakan sinergi yang kuat dalam menciptakan budaya belajar yang menyenangkan serta mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan literasi.
