TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL
Oleh
Siti Fatimah Fauziyah Alamsyah
Institut Darul Falah Bandung Barat
PENDAHULUAN
Berbagai aspek kehidupan manusia telah berubah secara signifikan sebagai akibat dari kemajuan teknologi digital, termasuk dunia pendidikan. Dengan bantuan berbagai platform digital, belajar sekarang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Perubahan ini membuat pembelajaran lebih terbuka, cepat, dan dinamis karena siswa dan guru dapat mengakses materi pelajaran, berbicara, dan berbagi informasi kapan saja dan dari mana saja. Namun, Pendidikan Agama Islam (PAI) berada pada posisi yang cukup kompleks di tengah kemajuan tersebut. Di sisi lain, PAI memiliki banyak peluang untuk menjadi lebih inovatif dan relevan dengan kehidupan modern berkat kemunculan teknologi digital. Media yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Sebaliknya, peningkatan teknologi juga menimbulkan masalah. Ini termasuk arus informasi yang tidak terfilter yang cepat, kemungkinan pelanggaran moral, dan kurangnya interaksi langsung antara pendidik dan siswa.maka,dengan demikian PAI harus dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi sambil mempertahankan tujuan utamanya, yaitu menanamkan nilai-nilai keislaman dan membangun karakter.
PEMBAHASAN
Di era digital ini Pendidikan agama islam menghadapi peluang juga banyaknya tantangan. Cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita, belajar, mendapatkan informasi telah diubah oleh kemajuan teknologi digital. Dalam situasi seperti ini, penting untuk memahami kesulitan yang terkait dengan memasukkan teknologi digital ke dalam pendidikan Islam, serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengajaran dan pemahaman agama.
Penggunaan teknologi memberikan peluang bagi Pendidikan agama islam melalui pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan menarik. Pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermanfaat dengan konten multimedia seperti video, animasi, dan simulasi.Siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang agama. Interaksi langsung yang tersedia melalui platform online juga memungkinkan siswa untuk berbicara dan bekerja sama dengan guru mereka, yang meningkatkan proses pembelajaran. Teknologi digital memungkinkan evaluasi dan pemantauan pendidikan Islam yang lebih efektif. Adanya platform online memungkinkan guru melacak kemajuan siswa mereka secara pribadi, memberikan umpan balik cepat, dan menemukan area yang perlu ditingkatkan. Hal ini memungkinkan penyesuaian dan peningkatan konten pembelajaran serta meningkatkan efektivitas pengajaran dan pembelajaran.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital menghadapi banyak tantangan, termasuk tantangan yang berkaitan dengan pendidik, siswa, dan infrastruktur yang tersedia. Teknologi Baru harus membantu meningkatkan pembelajaran, tetapi ada banyak masalah yang menghalanginya. Literasi digital yang rendah di kalangan guru dan siswa merupakan salah satu masalah terbesar dalam pembelajaran PAI di era digital. Meskipun teknologi sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, beberapa guru tidak tahu cara memanfaatkannya dalam proses pembelajaran. Karena kurangnya instruksi yang diberikan, banyak guru masih kesulitan menggunakan perangkat teknologi, seperti komputer, tablet, dan aplikasi pembelajaran daring. Akibatnya, mereka belum terbiasa dengan sistem pembelajaran berbasis digital karena kurangnya pelatihan yang diberikan institusi pendidikan atau organisasi yang terkait. Bahkan, ada guru yang enggan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan karena tetap nyaman dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang telah mereka gunakan selama bertahun-tahun.
Sementara itu bagi siswa yang lebih akrab dengan teknologi, menyaring informasi yang benar juga sulit. Internet memungkinkan akses tak terbatas ke berbagai jenis informasi, termasuk konten yang berkaitan dengan keagamaan. Namun, tidak semua informasi yang tersedia di internet benar. Banyak sumber yang tidak dapat dipercaya dan tidak memiliki dasar akademik yang jelas, sehingga dapat menyesatkan siswa dalam memahami ajaran Islam yang sebenarnya. Selain itu, ada situasi di mana paham keagamaan tersebar luas yang bertentangan dengan ajaran Islam moderat yang dianut oleh mayoritas masyarakat. Oleh karena itu, siswa harus memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah. Distraksi dari media sosial dan hiburan digital adalah masalah lain yang cukup signifikan dalam pembelajaran PAI di era modern. Berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan game online memudahkan siswa untuk terdistraksi selama pelajaran. Ketika pembelajaran dilakukan secara daring atau menggunakan teknologi digital, siswa cenderung membuka aplikasi lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Akses yang luas terhadap berbagai jenis hiburan digital sering kali membuat siswa lebih tertarik untuk menghabiskan waktu mereka bermain game atau menonton konten hiburan daripada mengikuti pelajaran PAI. Akibatnya, perhatian mereka teralihkan dan pemahaman mereka tentang materi PAI menurun.
Selain itu, kekurangan konten digital berkualitas tinggi dalam pembelajaran PAI juga merupakan tantangan yang signifikan. Saat ini, ada banyak sumber belajar digital yang tersedia, tetapi tidak semua kontennya didasarkan pada penelitian akademik atau dikembangkan oleh guru agama Islam. Banyak konten yang tersebar di internet tidak diperiksa dengan hati-hati, sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam memahami ajaran Islam. Misalnya, terdapat konten yang menginterpretasikan ajaran Islam secara terlalu ekstrem atau tidak sesuai dengan konteks kehidupan modern, yang dapat membingungkan siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk membuat sumber pendidikan digital yang dapat dipercaya yang mengikuti prinsip-prinsip Islam moderat. Kesenjangan dalam akses teknologi di berbagai tempat juga merupakan masalah besar, terutama di daerah yang masih mengalami ketersediaan infrastruktur digital yang terbatas. Tidak semua institusi pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang cukup untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Pembelajaran digital sangat sulit dilakukan di daerah terpencil. Beberapa hambatan utama termasuk akses internet yang terbatas, kurangnya perangkat teknologi, dan listrik yang tidak stabil. Tidak adanya ketersediaan teknologi ini menyebabkan perbedaan kualitas pembelajaran PAI antara siswa di perkotaan dan terpencil. Siswa yang tidak memiliki akses ke perangkat digital cenderung lebih lambat memahami materi daripada siswa yang memiliki akses lebih baik.
Factor Ekonomi juga memengaruhi keterjangkauan teknologi dalam PAI. Beberapa siswa tidak memiliki laptop atau tablet untuk mendukung pembelajaran online.Siswa tidak memiliki banyak waktu untuk belajar karena banyak keluarga hanya menggunakan satu perangkat untuk berbagi tugas. Salah satu kendala tersendiri untuk melaksanakan pembelajaran berbasis digital secara efektif adalah biaya paket data internet yang agak mahal bagi beberapa populasi. Selain itu, kurangnya peraturan yang ketat dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran PAI. Karena dunia digital memiliki banyak konten yang tidak selalu sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, siswa dapat terpapar pada informasi yang salah jika tidak ada peraturan yang jelas. Misalnya, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat memengaruhi moral dan kepribadian siswa. Siswa dapat dengan mudah mengakses konten yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam jika mereka tidak diawasi oleh guru dan orang tua mereka. Pada akhirnya, ini dapat berdampak pada moral dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, ada peluang besar yang dapat dimanfaatkan di tengah tantangan tersebut. Dengan bantuan teknologi digital, lebih banyak orang dari seluruh dunia dapat mengakses pendidikan Islam melalui platform online berkualitas tinggi. Hal ini meningkatkan toleransi budaya dan pemahaman agama di seluruh dunia. Pendidikan Islam dapat mencapai audiens yang lebih luas dan menguntungkan umat Muslim di seluruh dunia jika diterapkan dengan benar.
Selain itu,Penggunaan teknologi juga memberikan peluang bagi Pendidikan agama islam melalui pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan menarik. Pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermanfaat dengan konten multimedia seperti video, animasi, dan simulasi.Siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang agama. Interaksi langsung yang tersedia melalui platform online juga memungkinkan siswa untuk berbicara dan bekerja sama dengan guru mereka, yang meningkatkan proses pembelajaran.
Teknologi digital memungkinkan evaluasi dan pemantauan pendidikan Islam yang lebih efektif. Adanya platform online memungkinkan guru melacak kemajuan siswa mereka secara pribadi, memberikan umpan balik cepat, dan menemukan area yang perlu ditingkatkan. Hal ini memungkinkan penyesuaian dan peningkatan konten pembelajaran serta meningkatkan efektivitas pengajaran dan pembelajaran.
Beberapa teori berkaitan dengan kesulitan dan prospek pendidikan Islam di era teknologi modern. Salah satunya adalah teori literasi digital, yang menekankan betapa pentingnya memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan teknologi digital secara efektif dan bertanggung jawab. Literasi digital sangat penting dalam pendidikan Islam untuk memastikan keaslian konten dan memahami etika berinternet saat mengakses konten agama.
Mekanisme pembimbingan dapat digunakan secara bertahap untuk meningkatkan literasi digital dalam Pendidikan Agama Islam. Penting untuk memberi tahu siswa tentang pentingnya menjaga data pribadi dan bahaya penyalahgunaan data yang tidak bertanggung jawab Karena internet merupakan bagian dari dunia nyata dan membutuhkan perilaku yang sama, juga penting untuk mengajarkan etika dan tata krama dalam berinteraksi di internet. Salah satu langkah penting dalam meningkatkan literasi digital adalah mendorong siswa untuk mencari sumber informasi yang dapat dipercaya dan menghindari penyebaran hoax.
Siswa harus dididik tentang pentingnya menggunakan internet dengan bijak dan menggunakan informasi dengan hati-hati. Terakhir, sangat penting untuk mendorong sikap saling menghargai dan menjaga keharmonisan dalam dunia digital; menghindari perilaku perundungan, yang juga dikenal sebagai cyberbullying; dan mengajarkan siswa untuk dengan bijaksana dan tanpa penindasan menghadapi perbedaan pendapat.
Pembelajaran konstruktivisme dapat digunakan untuk membuat pendekatan pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Individu memperoleh pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan mereka. Ini dikenal sebagai pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung konstruksi pengetahuan yang lebih baik melalui pengalaman visual dan interaksi langsung dalam pendidikan Islam di era modern. Pengembangan kurikulum juga relevan ketika teknologi digital digunakan dalam pendidikan Islam. Pendidik harus membuat kurikulum yang menggunakan teknologi digital dan tetap sesuai dengan ajaran Islam. Teori ini menekankan pentingnya mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dan materi yang relevan untuk memastikan pendidikan Islam berkualitas tinggi di era internet.
KESIMPULAN
Teknologi digital telah mengubah pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (PAI). Di satu sisi, teknologi memungkinkan PAI menjadi lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era modern. Media digital, platform pembelajaran daring, dan konten multimedia dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar dan mempermudah guru dalam menyampaikan informasi keislaman. Namun di sisi lain, banyak masalah yang tidak dapat diabaikan terkait dengan penerapan teknologi dalam pembelajaran PAI. Pembelajaran menghadapi banyak tantangan, termasuk kurangnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, disparitas ekonomi, dan banyaknya konten keagamaan yang tidak relevan. Selain itu, jika tidak ditangani dengan bijak, distraksi dari media sosial dan kurangnya pengawasan penggunaan teknologi dapat merusak moralitas dan sifat siswa.
Oleh karena itu, orang tua, guru, sekolah, dan pemerintah harus berpartisipasi secara aktif untuk memastikan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan anak-anak (PAI) berjalan dengan baik dan bertanggung jawab. Langkah penting untuk mengatasi masalah ini adalah meningkatkan literasi digital, membuat konten keislaman yang moderat dan berkualitas, dan menerapkan regulasi yang jelas. Jika digunakan dengan benar, teknologi digital dapat berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran selain sebagai alat strategis untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dan membentuk generasi yang berakhlak mulia di era modern.










