Banjir Meluas, Warga Dadok, Lubuk Minturun, Lapai, Siteba, Batu Busuk,
Air Pacah, dan Lubuk Buaya Mendesak Butuh Makanan dan Air Bersih
Padang, Sumatera Barat — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir besar di berbagai kawasan. Selain wilayah pusat kota, banjir kini meluas ke Air Pacah, Dadok Tunggul Hitam, Lubuk Minturun, Lapai, Siteba, Batu Busuk, dan Lubuk Buaya, membuat ribuan warga terisolasi.
Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai pinggang hingga dada orang dewasa. Rumah warga terendam, perabotan rusak, dan akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Banyak warga yang terpaksa bertahan di lantai dua rumah atau mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih tinggi.
Kebutuhan mendesak yang saat ini sangat diperlukan warga antara lain:
-
Makanan siap saji dan bahan pokok
-
Air bersih untuk minum dan memasak
-
Popok bayi dan perlengkapan anak
-
Selimut, pakaian kering, dan tikar
-
Logistik dasar lainnya
Warga Air Pacah dan Lubuk Buaya melaporkan sumur mereka terkontaminasi lumpur. Di kawasan Lapai dan Dadok, sejumlah jalan utama terputus akibat genangan tinggi. Sementara di Batu Busuk dan Lubuk Minturun, arus deras dari arah hulu memperparah kondisi pemukiman.
“Kami kekurangan makanan dan tidak ada air bersih sama sekali. Mohon bantuan segera, anak-anak sudah mulai rewel karena kelaparan,” ujar seorang warga di Siteba yang rumahnya terendam sejak subuh.
Tim BPBD, relawan, dan aparat setempat masih terus menyisir lokasi-lokasi banjir untuk evakuasi dan penyaluran bantuan. Namun akses menuju beberapa kawasan masih sulit ditembus karena tingginya genangan dan banyaknya sampah yang terbawa arus.
Hingga berita ini diturunkan, distribusi bantuan belum merata, dan warga berharap pemerintah serta lembaga kemanusiaan dapat segera mengirimkan logistik dasar untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
