Cara Menyukai Pelajaran Matematika: Dari Takut Jadi Tertarik
Ari Limay Trisno Putra, M.Pd
Mahasiswa Doktoral (S3) Pendidikan Matematika
Universitas Negeri Semarang
Bagi banyak orang, matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang “menyeramkan”. Deretan angka, simbol, dan rumus terlihat rumit dan membingungkan. Tidak sedikit siswa yang sudah merasa takut bahkan sebelum mencoba mengerjakan soalnya. Padahal, matematika bukanlah musuh. Ia hanyalah bahasa logika yang perlu dipahami secara perlahan dan konsisten.
Kabar baiknya, menyukai matematika bukan soal bakat bawaan. Itu soal cara berpikir dan cara belajar. Dengan pendekatan yang tepat, matematika bisa berubah dari pelajaran yang menegangkan menjadi pelajaran yang menantang dan memuaskan.
Ubah Pola Pikir: Matematika Bukan untuk “Anak Pintar” Saja
Langkah pertama untuk menyukai matematika adalah mengubah pola pikir. Banyak orang terjebak dalam anggapan bahwa matematika hanya untuk mereka yang “berbakat”. Padahal, kemampuan matematika berkembang melalui latihan.
Otak kita seperti otot. Semakin sering digunakan untuk berpikir dan memecahkan masalah, semakin kuat kemampuannya. Kesalahan bukan bukti bahwa kita tidak mampu, melainkan tanda bahwa kita sedang belajar.
Alih-alih berkata, “Aku tidak bisa matematika,” cobalah mengatakan, “Aku belum paham, tapi aku bisa belajar.”
Perubahan kalimat kecil ini dapat mengubah semangat belajar secara besar.
Pahami Ceritanya, Jangan Sekadar Hafal Rumusnya
Salah satu alasan matematika terasa sulit adalah karena terlalu fokus menghafal rumus. Padahal, rumus hanyalah alat. Yang lebih penting adalah memahami konsep di baliknya.
Matematika sebenarnya seperti cerita yang memiliki alur. Jika kita memahami mengapa sebuah rumus dibuat dan bagaimana cara kerjanya, kita tidak perlu lagi menghafal mati. Misalnya, memahami mengapa luas segitiga adalah setengah dari luas persegi panjang akan membuat rumus tersebut terasa masuk akal, bukan sekadar simbol.
Ketika konsep dipahami, matematika menjadi logis dan teratur.
Latihan Sedikit Tapi Rutin
Matematika bukan pelajaran yang bisa dikuasai dalam satu malam. Ia membutuhkan pembiasaan. Belajar 15–30 menit setiap hari jauh lebih efektif daripada belajar berjam-jam hanya saat menjelang ujian.
Mulailah dari soal yang mudah, lalu tingkatkan perlahan. Setiap soal yang berhasil diselesaikan akan menambah rasa percaya diri. Semakin sering berlatih, semakin terbiasa otak kita berpikir sistematis.
Konsistensi adalah kunci utama.
Jadikan Matematika Lebih Nyata dan Menyenangkan
Matematika sebenarnya ada di sekitar kita. Saat menghitung diskon di toko, membagi makanan dengan adil, mengatur uang saku, atau menentukan waktu perjalanan—semua itu melibatkan matematika.
Mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari membuat matematika terasa lebih bermakna. Selain itu, manfaatkan media belajar yang menarik seperti video animasi, permainan edukatif, atau aplikasi interaktif. Belajar bersama teman juga bisa membuat suasana lebih santai dan menyenangkan.
Ketika suasana belajar menyenangkan, rasa takut akan berkurang dengan sendirinya.
Jangan Takut Bertanya
Sering kali rasa tidak suka muncul karena materi yang tidak dipahami dibiarkan menumpuk. Jika ada bagian yang membingungkan, segera tanyakan kepada guru atau teman. Bertanya bukan tanda kelemahan, melainkan tanda keberanian untuk belajar.
Semakin cepat kesulitan diselesaikan, semakin ringan langkah untuk memahami materi berikutnya.
Nikmati Tantangannya
Matematika adalah latihan memecahkan teka-teki. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menemukan jawaban yang benar setelah berpikir keras. Anggap setiap soal sebagai tantangan kecil yang melatih kecerdasan dan kesabaran.
Perasaan “aha!” saat akhirnya mengerti suatu konsep adalah salah satu pengalaman belajar yang paling memuaskan.
Rayakan Kemajuan Kecil
Jangan menunggu nilai sempurna untuk merasa bangga. Jika hari ini lebih paham dibanding kemarin, itu sudah kemajuan. Jika bisa mengerjakan soal yang dulu terasa sulit, itu pencapaian.
Menghargai proses akan membuat perjalanan belajar terasa lebih ringan.
Penutup
Menyukai matematika bukanlah hal yang mustahil. Ia dimulai dari keberanian untuk mencoba, kesabaran untuk berlatih, dan kemauan untuk memahami. Dengan pola pikir yang positif, latihan yang konsisten, serta cara belajar yang menyenangkan, matematika dapat berubah dari pelajaran yang menakutkan menjadi sahabat yang melatih logika dan ketekunan.
Pada akhirnya, matematika bukan sekadar tentang angka. Ia mengajarkan kita cara berpikir, memecahkan masalah, dan tidak mudah menyerah. Dan itu adalah keterampilan yang sangat berharga dalam kehidupan. 11/02/2026ALTP











