GURU BESAR UIN DAN BUKU PANDUAN KEHORMATAN
Jejak Pelayanan Kerajaan Arab Saudi kepada Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman 1448 H / 2026 M dari 08 – 20 Juli 2026 (part3)
Oleh: Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag.
Peserta Umrah Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman 1448 H / 2026 M
Alhamdulillah, pada tahun 1448 H / 2026 M, Kerajaan Arab Saudi di bawah kepemimpinan Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud kembali menunjukkan kepeduliannya kepada umat Islam dunia melalui Program Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain. Sebanyak 1.000 tamu kehormatan dari 16 negara diundang untuk melaksanakan ibadah umrah dan ziarah dengan seluruh biaya serta pelayanan ditanggung oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan (Ministry of Islamic Affairs, Da’wah and Guidance).
Program ini merupakan bentuk penghargaan Kerajaan Arab Saudi kepada para ulama, akademisi, tokoh masyarakat, penggerak dakwah, dan pemimpin lembaga Islam yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi umat.
Dari Indonesia, peserta terdiri atas tokoh pendidikan, ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, penggerak dakwah, serta tokoh yang dipilih dan direkomendasikan oleh berbagai instansi. Di antara rombongan tersebut terdapat lima Guru Besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yaitu:
Dua Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
Satu Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang;
Satu Guru Besar UIN Alauddin Makassar; dan
Satu Guru Besar UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Keberangkatan rombongan Indonesia menuju Madinah dilepas secara resmi oleh Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia di Jakarta. Pelepasan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi sekaligus penghormatan kepada para tamu yang memperoleh amanah mulia ini.
Setibanya di Madinah al-Munawwarah, rombongan disambut oleh Atase Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi bersama Atase Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang mendampingi proses penerimaan dan pelayanan peserta. Sejak tiba hingga kembali ke tanah air, seluruh kegiatan berlangsung dengan pelayanan yang rapi, profesional, dan penuh penghormatan.
Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah pemberian buku panduan resmi Program Tamu Khadim Al-Haramain Al-Syarifain kepada setiap peserta. Buku yang diterbitkan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi itu bukan sekadar jadwal perjalanan, tetapi menjadi simbol penghormatan kepada para tamu kehormatan Kerajaan.
Pada sampul buku tertulis ucapan:
> “Ministry of Islamic Affairs, Da’wah and Guidance welcomes you and wishes you an easy Umrah and Visit.”
Ucapan tersebut mencerminkan semangat khidmah (pelayanan) yang menjadi ciri khas penyelenggaraan program ini.
Di dalam buku panduan dijelaskan secara rinci seluruh rangkaian kegiatan selama berada di Tanah Suci. Selama di Madinah al-Munawwarah, peserta dijadwalkan melaksanakan shalat di Masjid Nabawi, berziarah ke Raudhah, mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd, Museum Sirah Nabawiyah dan Peradaban Islam, Masjid Quba, bertemu dengan salah seorang Imam Masjid Nabawi, mengikuti layanan konsultasi keagamaan (fatwa), hingga keberangkatan menuju Makkah.
Selanjutnya di Makkah al-Mukarramah, peserta melaksanakan ibadah umrah, mengunjungi Pabrik Kiswah Ka’bah, bertemu dengan Imam Masjidil Haram, serta mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, dakwah, dan ukhuwah yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Buku tersebut juga memuat informasi lengkap mengenai akomodasi hotel, konsumsi, transportasi, tata tertib, jadwal kegiatan, serta berbagai petunjuk teknis yang menunjukkan kesungguhan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah.
Foto kebersamaan tiga Guru Besar UIN di Bandara Soekarno-Hatta sebelum keberangkatan menuju Madinah menjadi simbol ukhuwah ilmiah dan persaudaraan antarakademisi. Perjalanan ini mengingatkan bahwa setinggi apa pun jabatan dan gelar akademik yang dimiliki seseorang, di hadapan Allah SWT semua adalah hamba. Pakaian ihram menghapus perbedaan pangkat, kedudukan, dan status sosial. Yang membedakan manusia hanyalah ketakwaannya.
Allah SWT berfirman:
> إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
Dan Allah SWT juga berfirman:
> وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu termasuk ketakwaan hati.”
(QS. Al-Hajj: 32)
Semoga penghargaan yang diberikan oleh Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud melalui program ini semakin mempererat ukhuwah Islamiyah antarbangsa, memperkuat kerja sama keilmuan dan dakwah, serta melahirkan pemimpin-pemimpin umat yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa. Semoga kesempatan menjadi tamu di dua tanah suci ini juga semakin menumbuhkan rasa syukur, memperkokoh pengabdian kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan. Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.09072026. @316#mademhotelmadinahalmunawwarah










