HAL PENTING DALAM LINGKARAN SOSIAL MANUSIA
Nursyifa Alawiah
Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah
Manusia adalah makhluk sosial. Makhluk sosial berarti manusia berinteraksi dengan manusia lain dan saling memberikan timbal balik. Manusia sebagai makhluk sosial tidak ada kaitannya dengan kedudukan, status, dan lain sebagainya, hal ini berlaku bagi seluruh manusia tidak terkecuali. Manusia tidak akan dapat melakukan segala hal sendirian, coba bayangkan bagaimana jika di dunia ini hanya ada satu orang saja? Tentu orang itu akan merasa kesepian. Kita dapat merasakan secara langsung bahwa kita membutuhkan manusia lain dalam kehidupan kita. Mulai dari hal kecil seperti mengobrol yang buktinya kita membutuhkan lawan bicara dalam melakukannya.
Tidak semua manusia dapat menyadari hal ini, menyadari bahwa kita memerlukan orang lain dalam kehidupan dan merasa arogan bisa melakukan segalanya sendiri yang berakibat mengeluarkan diri dari lingkungan sosial. Itu merupakan salah satu faktor internal penyebab manusia keluar dari lingkaran sosial. Akan tetapi bukan hanya dari dalam diri, ada juga penyebab eksternalnya seperti perasaan tidak dihargai dan tidak dianggap yang menyebabkan trauma dan enggan bersosialisasi kembali. Tidak harmonisnya hubungan antar manusia menjadi pemicu retaknya komunikasi.
Komunikasi menjadi jembatan hubungan antar manusia. Tanpa komunikasi manusia tidak akan dapat membicarakan kebutuhannya satu sama lain. Begitu banyak kebutuhan manusia yang banyak dan beragam menjadi penyebab manusia membuat kelompok atau organisasi. Suatu kelompok biasanya dibentuk ketika beberapa orang memiliki kebutuhan yang sama lalu mereka mendirikan perkumpulan agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan lebih mudah.
Dalam kehidupan sosial atau berkelompok, masih banyak hal yang belum disadari dan lakukan berakibat kelompok tersebut menjadi kelompok difungsional. Kelompok difungsional merupakan kelompok yang anggotanya tidak bekerja dengan benar, kelompok ini bahkan bisa disebut “pecundang”.
Berikut beberapa hal yang harus diketahui dalam kehidupan berkelompok atau untuk memperbaiki kehidupan sosial kita.
- Tidak ada “aku” yang ada adalah “kami”
Boleh memiliki perasaan harus mandiri tapi tidak lupa bahwa kita tidak sendirian, kamu dapat meminta bantuan pada yang lain jika belum bisa, asal memiliki keinginan untuk bisa dan bersedia keluar dari zona nyaman juga ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi atau berniat berubah. Komunikasikan tugas-tugas yang tidak bisa ditangani sendiri dengan anggota lain agar nantinya lebih berkesinambungan, efektif dan lebih erat. Sesuai dengan istilah sunda yaitu “Silih asah, silih asih dan silih asuh”, belajar bekerja sama dengan memberi kesempatan kepada diri dan orang lain, ajarkan kemampuan kita kepada anggota lain. Beri kesempatan dan kepercayaan agar ke depannya ada penerus-penerus yang menguasainya, terus bertumbuh dan berkembang bersama.
- Tingginya rasa tanggung jawab
Tanggung jawab adalah perasaan harus memenuhi atau melaksanakan kewajiban kita dengan baik dan menanggung risiko dari apa yang kita lakukan atau ditugaskan kepada kita. Tanggung jawab akan membuat manusia berpikir lebih serius dalam menghadapi atau memenuhi kewajiban-kewajiban. Itulah kenapa tanggung jawab menjadi salah satu hal yang seharusnya dikuasai semua orang. Kunci ketenangan hidup adalah dengan menjadi orang bertanggung jawab, orang-orang akan mempercayakan suatu urusan yang akan membuat kita semakin berkembang setiap harinya.
- Memiliki tujuan dan fokus pada tujuan tersebut
Tujuan merupakan sesuatu yang kita inginkan, dicapai atau dikuasai, tujuan merupakan petunjuk arah manusia pergi. Tujuan juga merupakan angan-angan atau cita-cita yang ingin manusia capai di kemudian hari. Penting sekali untuk kita memiliki tujuan karena tujuan akan mendorong kita melakukan kegiatan-kegiatan yang menggapai tujuan tersebut. Apabila kita tidak memiliki tujuan maka akan berakibat fatal, contohnya seperti kita ingin pergi menjelajah tetapi tidak menentukan tempat yang ingin dituju maka kemungkinannya akan tersesat di tengah jalan, terombang ambing di tengah ketidakpastian, dan itu adalah kesalahan diri yang tidak menentukan tujuan kemana kita pergi.
Tidak cukup hanya dengan menentukan tujuan tapi kita juga perlu untuk rasa ingin yang benar-benar ingin untuk hal tersebut. Tidak dianjurkan untuk mengganti tujuan sebelum itu dicapai, bisa saja tujuan kita rubah akan tetapi usaha yang kita lakukan juga otomatis akan di ulang lagi dari awal.
Dalam bersosial juga perlu tujuan, apa yang diinginkan dari kelompok tersebut? Apa yang akan menjadi timbal balik untuk kita dalam kelompok tersebut? akan tetapi kita juga perlu berkomitmen dengan tujuan kelompok tersebut, jangan hanya memikirkan tujuan diri kita sendiri. Jika kita benar-benar berkomitmen dengan tujuan diri dan tujuan kelompok maka kita akan berhasil dalam kelompok tersebut.
- Mengetahui kemampuan dan keahlian diri
Sebelum bergabung ke dalam lingkungan sosial, sangat penting untuk mengenali diri terlebih dahulu. Jika diri sendiri sudah dikenali saat terjun ke dalam kelompok kita tidak akan kebingungan memperkenalkan diri, apa yang kita kuasai dan lakukan, dengan begitu anggota kelompok yang lain pun tidak akan kebingungan menempatkan kita di bagian apa yang akibatnya kita berguna dan bermanfaat di dalam kelompok tersebut.
Keahlian tersebut bukan hanya diketahui tetapi harus dilatih dan dikembangkan. Jangan sampai keahlian yang dikuasai tertinggal zaman. Jangan melupakan bahwa dunia terus dan terus berkembang, dan kita perlu mengikutinya. Apalagi teknologi yang semakin berkembang, kita harus melek teknologi, harus penasaran dengan inovasi-inovasi baru. Dengan begitu kita tidak akan kalah saing dengan teknologi.
- Pandanglah sekitar secara luas
Melihat secara luas berarti kita melihat segala sesuatu tidak hanya salah satu sisi akan tetapi melihat sisi-sisi lain yang tidak disadari. Memahami dengan dalam, menghargai perbedaan, mempertimbangkan kemungkinan akan perbuatan yang kita lakukan termasuk ke dalam luas pandangan.
Jangan hanya memikirkan diri, tetapi lihat ke sekitar juga. Banyak orang yang lebih beruntung atau lebih tidak beruntung dari kita. Hal-hal kecil seperti itu harus disadari agar tidak merasa kekurangan atau sombong, kecil tetapi memiliki dampak yang besar.
Urgensi dari memandang sekitar dengan luas adalah sebagai berikut.
Pemahaman yang lebih jelas
Jika menggunakan pemikiran ini, ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan kita akan memikirkan sisi-sisi yang tidak terlihat dan akan memahami permasalahan tersebut lebih dalam.
Mengurangi konflik
Dengan melihat sisi-sisi tersembunyi tersebut maka tidak akan ada kesalahpahaman atau pertengkaran karena sudah disadari terlebih dahulu dan tidak asal menyalahkan salah satu pihak.
Penyelesaian masalah
Masalah yang terjadi akan diselesaikan dengan penyelesaian yang efektif dan adil karena sudah mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain.
Ada beberapa cara dalam menumbuhkan pemikiran ini, di antaranya:
Tumbuh kan rasa empati
Usahakan untuk mendengarkan pendapat atau opini orang lain
Banyak bertanya
Jangan ragu untuk menanyakan pendapat orang lain
Berdiskusi
Perbanyak komunikasi dengan sesama akan meningkatkan pemahaman dan mengetahui karakter orang-orang yang ada di sekitar kita
Main
Dengan bepergian kita akan menemukan hal-hal baru yang akan menambah wawasan kita dan dapat diamalkan dalam kehidupan
Keinginan untuk berubah, keinginan untuk berkembang menjadi kunci agar kehidupan menjadi lebih baik. Sadari bahwa manusia itu makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan manusia lain, membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Jangan merasa sendirian, jangan ragu untuk meminta bantuan, tapi jangan bergantung berlebihan karena kita juga perlu mandiri.










