Menyusun Artikel Ilmiah Berkualitas agar Accepted Jurnal Bereputasi: Strategi Academic Writing Menjadi Kunci Publikasi
KUNINGAN – Kemampuan menulis artikel ilmiah menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh mahasiswa, dosen, maupun peneliti di tengah meningkatnya tuntutan publikasi pada jurnal bereputasi. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Webinar Nasional Jurnal Bereputasi 20 JP mengangkat tema “Menyusun Artikel Ilmiah yang Berkualitas dan Accepted: Strategi Academic Writing, Argumentasi Ilmiah, dan Penyajian Data yang Sistematis.” yang di selenggarakan oleh Event Edukasi Id pada Tanggal 05 Agustus 2026 Pukul 19.30 s/d selesai. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 480 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa program Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap peningkatan kapasitas penulisan ilmiah dan publikasi pada jurnal bereputasi.
Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Fadli Daud Abdullah, S.H., M.H., dosen dan akademisi yang juga merupakan Direktur Utama CV. Kuningan Publisher Indonesia. Dalam paparannya terkait “Strategi Academic Writing dan Penguatan Argumentasi Ilmiah”, ia menegaskan bahwa academic writing bukan hanya aktivitas menyusun kalimat ilmiah, melainkan proses mengomunikasikan hasil penelitian secara sistematis, objektif, logis, berbasis evidensi, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Menurutnya, kualitas sebuah artikel tidak hanya diukur dari temuan penelitian, tetapi juga dari bagaimana penulis membangun alur berpikir yang mampu meyakinkan editor dan reviewer.
“Sering kali sebuah artikel ditolak bukan karena topiknya kurang menarik, tetapi karena argumentasi ilmiahnya belum tersusun secara kuat. Data penelitian yang baik harus diiringi dengan kemampuan menyampaikan alasan ilmiah yang runtut sehingga pembaca memahami urgensi penelitian tersebut,” jelas Fadli di hadapan ratusan peserta webinar.
Lebih lanjut, ia memperkenalkan Formula 7 Langkah dalam menyusun latar belakang penelitian, yaitu dimulai dari fenomena, dilanjutkan dengan data pendukung, identifikasi masalah, telaah literature review, penentuan research gap, penegasan novelty, hingga perumusan tujuan penelitian. Menurutnya, pendekatan tersebut membantu penulis menyusun pendahuluan yang tidak sekadar mendeskripsikan teori, tetapi mampu menunjukkan alasan mengapa penelitian tersebut penting untuk dilakukan.
Selain membahas penguatan argumentasi ilmiah, peserta juga diajak memahami pentingnya penggunaan bahasa akademik yang efektif, koheren, dan sesuai dengan karakteristik jurnal tujuan. Fadli menekankan bahwa setiap jurnal memiliki gaya selingkung yang berbeda, mulai dari format penulisan, struktur artikel, sistem sitasi, hingga penyajian referensi. Oleh sebab itu, penulis harus mempelajari author guidelines sebelum mengirimkan naskah agar peluang diterima pada tahap awal seleksi editorial semakin besar.

Dalam sesi tersebut, Fadli juga mengingatkan bahwa publikasi ilmiah merupakan proses membangun kepercayaan akademik. Artikel yang baik harus menyajikan data secara objektif, menggunakan referensi yang relevan dan mutakhir, serta menghindari klaim yang tidak didukung bukti ilmiah. “Reviewer tidak hanya membaca hasil penelitian, tetapi juga menilai konsistensi logika, kekuatan argumentasi, dan ketepatan metodologi yang digunakan penulis,” ujarnya.
Melalui webinar Nasional ini, para peserta memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan publikasi pada jurnal bereputasi tidak bergantung pada hasil penelitian semata, tetapi juga pada kemampuan menerapkan strategi academic writing yang tepat. Dengan penguasaan struktur penulisan, argumentasi berbasis evidensi, serta kepatuhan terhadap gaya selingkung jurnal, diharapkan semakin banyak karya ilmiah dosen, mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi Indonesia yang mampu bersaing serta memperoleh pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.









