Pembelajaran Diskusi dan Pembuatan Poster Islami

Pembelajaran Diskusi dan Pembuatan Poster Islami
Tema: Meyakini Kitab-Kitab Allah Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran
Bab 2 Kelas VIII SMPN 1 Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat
Oleh: Tatang Muh Nasir, S.Pd.I., M.Pd., Gr.
Kamis, 6 Oktober 2025

 

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN 1 Kadipaten menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan melalui kegiatan diskusi dan pembuatan poster Islami bertema “Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran.”Kegiatan ini dilaksanakan di setiap kelas VIII (VIII A-VIII E) dengan metode yang kreatif dan kolaboratif. Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok pada setiap kelas, masing-masing bertugas membuat poster bertema keimanan terhadap kitab-kitab Allah. Pengerjaan dilakukan di kelas agar semangat kebersamaan dan kekompakan tetap terjaga.

Tidak hanya membuat poster, setiap kelompok juga memaparkan hasil karya mereka di depan kelas. Presentasi ini diikuti sesi tanya jawab, di mana kelompok lain mengajukan satu pertanyaan kritis untuk melatih kemampuan berpikir reflektif dan argumentatif. Diskusi yang hidup dan penuh semangat menunjukkan bahwa para peserta didik tidak hanya kreatif, tetapi juga berpikir mendalam terhadap makna iman kepada kitab-kitab Allah.

Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa pertemuan agar hasil karya lebih matang dan bermakna. Sebagai guru PAI dan BP, saya merasa bangga melihat antusiasme peserta didik yang luar biasa. Mereka menunjukkan kreativitas tinggi, mampu mengaitkan tema dengan kehidupan sehari-hari, dan berpikir kritis saat berdialog. Semangat mereka menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran PAI dapat menjadi wadah pembentukan karakter, bukan sekadar penyampaian teori.

Pemahaman Materi: Kitab-Kitab Allah dan Maknanya dalam Kehidupan

Sebelum membuat poster, para siswa mempelajari dan menghafal materi tentang kitab-kitab Allah. Dalam ajaran Islam, terdapat kitab dan suhuf yang diturunkan Allah Swt. kepada para rasul-Nya sebagai pedoman hidup manusia. Kitab adalah kumpulan wahyu Allah yang dibukukan secara utuh, sedangkan suhuf adalah lembaran-lembaran wahyu yang belum dihimpun menjadi satu kitab. Kitab-kitab yang disebut dalam Al-Qur’an dan hadis antara lain Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an, sedangkan suhuf yang disebut adalah suhuf Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Musa a.s.

  1. Kitab Taurat

Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. sebagai petunjuk dan pedoman bagi Bani Israil. Sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Māidah (5): 44, Taurat berisi hukum-hukum Allah untuk menuntun umat agar hidup sesuai perintah-Nya. Kitab ini berlaku khusus bagi bangsa Yahudi pada masa kenabian Bani Israil dan digunakan untuk menetapkan hukum di kalangan mereka.

  1. Kitab Zabur

Kitab Zabur diwahyukan kepada Nabi Daud a.s. Kitab ini tidak berisi hukum-hukum seperti Taurat, melainkan kumpulan nasihat, hikmah, doa, dan pujian kepada Allah. Menurut para ulama, termasuk Imam al-Qurthubi, kitab ini terdiri dari 150 surah yang menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Zabur mengajarkan umat untuk selalu bersyukur dan memuji kebesaran Allah Swt.

  1. Kitab Injil

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s. sebagai penyempurna ajaran Taurat. Dalam Q.S. Al-Māidah (5): 46 dijelaskan bahwa Injil berfungsi membenarkan sebagian ajaran Taurat yang masih relevan dan membawa kabar gembira tentang datangnya Rasul terakhir, Nabi Muhammad Saw. Kitab Injil mengajarkan tauhid dan menolak segala bentuk kemusyrikan serta menegaskan pentingnya kasih sayang dan kedamaian.

  1. Kitab Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Al-Qur’an menyempurnakan ajaran kitab-kitab sebelumnya serta membawa syariat yang bersifat universal dan abadi. Keistimewaan Al-Qur’an adalah keasliannya yang tetap terjaga hingga kini; teksnya sama persis dengan yang dibaca Rasulullah Saw. dan para sahabat lebih dari empat belas abad lalu.

Meskipun umat Yahudi dan Nasrani memiliki keyakinan terhadap kitab suci mereka masing-masing, Islam mengajarkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan tersebut. Seorang muslim wajib beriman bahwa Taurat, Zabur, dan Injil adalah wahyu Allah yang benar, namun meyakini bahwa Al-Qur’an adalah wahyu terakhir dan paling sempurna.

Menumbuhkan Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran

Melalui kegiatan pembuatan poster ini, para peserta didik tidak hanya memahami konsep iman kepada kitab-kitab Allah secara teoritis, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilainya dalam bentuk karya kreatif. Mereka belajar untuk menghormati perbedaan, memperkuat keimanan, dan menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an dengan penuh toleransi terhadap sesama. Sebagaimana tujuan utama pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, kreatif, serta siap menjadi duta perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat.

Referensi : Pudjiani, T., & Mustakim, B. (2021). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN 978-602-244-727-6.

Mengetahui
Kepala Sekolah

Dede Surahman, S.Pd., M.Pd.

Leave a Reply

News Feed