PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI SEORANG IBU

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI SEORANG IBU

Oleh

Rizka Alfaujiah

Institut Darul Falah Bandung Barat

 

Pendidikan adalah hak bagi setiap individu, tanpa terkecuali. Baik itu untuk laki-laki maupun perempuan. Mengulang kembali ke belakang, pada saat zaman penjajahan dahulu, tidak semua orang Indonesia atau disebut juga orang pribumi dapat mengenyam pendidikan dengan bebas. Pada saat itu, pendidikan hanya dapat dirasakan oleh orang dengan kelas sosial tinggi (orang yang termasuk keturunan raden atau bangsawan). Pada masa penjajahan kedudukan antara laki-laki dan perempuan berbeda. Karena perbedaan hak mendapatkan pendidikan bagi setiap individu ini, maka tergeraklah hati seorang perempuan yang bernama Raden Adjeng Kartini untuk memperjuangkan hak perempuan agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam pendidikan dan  kariernya. Selain Raden Adjeng Kartini, tokoh perempuan lain yang memperjuangkan hak perempuan adalah Dewi Sartika yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Dari kedua tokoh perempuan yang inspiratif ini, jelas sekali bahwa pendidikan sangatlah penting, baik untuk perempuan yang menjadi ibu rumah tangga maupun wanita karier.  Pada saat ini, anak-anak bangsa dapat menikmati pendidikan dimulai dari Sekolah Dasar sampai ke Perguruan Tinggi. Hal ini adalah hasil manis dari perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk anak bangsa ini. Namun dalam kenyataannya, di zaman yang sudah modern ini memiliki pendidikan tinggi untuk seorang perempuan masih dianggap sebelah mata. Hal itu dipengaruhi oleh anggapan bahwa “ perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi karena ujung-ujungnya didapur”. Pentingnya pendidikan bagi seorang perempuan karena dia akan menjadi seorang ibu yang nantinya akan mencetak generasi emas dan memberikan pengaruh untuk kemajuan bangsa dan Negaranya.

 

PEMBAHASAN

Islam merupakan agama yang sempurna dan sangat memuliakan perempuan. Dalam ajarannya, islam sangat menjaga hak-hak perempuan tanpa membedakan. Salah satu hak yang harus didapatkan  perempuan adalah hak mendapatkan pendidikan. Allah berfirman dalam Q.S Al-Mujadalah ayat 11 :

Artinya: Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.

Rasulullah bersabda  yang artinya “ menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan” (H.R At-Thabrani melalui Imam Mas’ud)

Dari ayat alquran dan hadits tersebut sangatlah jelas bahwa seseorang, dalam hal ini perempuan dianjurkan untuk menuntut ilmu agar memiliki pendidikan tinggi.

Mengapa Pendidikan Sangat Penting Bagi Seorang Ibu?

Pendidikan sangat begitu penting, tidak hanya diperuntukkan untuk seorang laki-laki dalam hal ini ayah, tetapi pendidikan memang diperlukan bagi seorang dan calon ibu karena perempuan adalah pencetak generasi yang akan datang. Syair dari Hafidz Ibrahim berbunyi “ seorang ibu adalah sekolah (madrasah) pertama bagi anak-anaknya, jika kau mempersiapkannya dengan baik maka engkau telah mempersiapkan generasi yang baik pula.”,  hal itu memang benar adanya.

Seorang ibu adalah suri tauladan bagi anak-anaknya, pemberi pendidikan langsung. Jika seorang perempuan memiliki pengetahuan dan wawasan luas maka dia akan mampu mendidik anak-anaknya dengan pengetahuan yang luas pula, begitu pula sebaliknya jika seorang ibu tidak memiliki pengetahuan dan wawasan luas maka dia tidak  akan mampu mencetak generasi yang dapat memberikan perubahan dan kemajuan didalam hidupnya dan hidup banyak orang.  Seorang ibu yang memiliki pendidikan dan karier didalam hidupnya, dia telah membuktikkan dapat membantu perekonomian keluarga. Seorang ibu yang memiliki pendidikan tinggi, tidak hanya dapat bermanfaat bagi diri dan keluarganya sendiri, tetapi akan memberikan manfaat besar bagi orang-orang disekitarnya (masyarakat).

Faktor-Faktor yang Menjadi Penghambat Perempuan tidak Dapat Berpendidikan Tinggi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia faktor adalah suatu hal atau keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya sesuatu. Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam berpendidikan tinggi adalah :

  1. Tidak adanya kemauan dari diri sendiri

Kemauan dari diri sendiri adalah faktor terbesar yang dapat mendorong seseorang untuk memilih sesuatu. Bagitu pula ketika seseorang ingin bersekolah, jika seseorang memiliki keinginan luar biasa maka dirinya akan berupaya untuk mewujudkan hal itu.

Tetapi tak sedikit saat ini kita jumpai dan tahu banyak anak perempuan yang tidak mau melanjutkan sekolah, padahal orang tua memiliki kemampuan materi untuk menyekolahkannya. Alasan yang diuraikan ketika ditanya mereka tidak melanjutkan sekolah adalah karena mereka lelah dalam berfikir dan belajar.

  1. Faktor Ekonomi

Faktor ini adalah faktor penghambat yang banyak ditemui saat ini. Orang tua banyak yang mengaku bahwa mereka tidak mampu menyekolahkan anaknya karena biaya pendidikan saat ini sangat mahal sedangkan penghasilan yang mereka peroleh jauh lebih kecil. Hal ini memang benar adanya.

  1. Faktor Lingkungan dan Keluarga

Ketika masa bersekolah seseorang memiliki pertemanan yang di rasa istimewa, hal itu dapat berpengaruh. Dapat memberikan pengaruh baik maupun kurang baik. Terkadang dalam menetukan pilihan sekolah teman menjadi faktor penting untuk memilih sekolah tersebut atau bahkan pilihan tidak sekolah pun dipilih ketika teman istimewanya tidak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Ketika dilingkungan keluarga banyak anggota keluarga yang memiliki pendidikan tinggi, otomatis anak atau anggota keluarga lain  akan mencontoh dan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Tetapi ketika dilingkungan keluarga sendiri tidak diarahkan, didukung untuk tetap bersekolah maka orang (anak) tersebut tidak akan berani dan bersemangat untuk melanjutkan pendidikannya.

  1. Faktor anggapan bahwa kodrat perempuan ada didapur

Faktor ini pun dapat menjadi penghambat dalam pendidikan. Adanya anggapan bahwa kodrat perempuan selamanya didapur dapat menjadi paksaan untuk seorang perempuan berhenti melanjutkan pendidikannya.

 

Dalam menuntut ilmu tidak ada keterlambatan, ketika orang lain sudah memulai terlebih dahulu maka kita tidak boleh menyerah. Tetaplah berusaha untuk menuntut ilmu dan menjadi seorang ibu yang berpendidikan. Karena dengan ibu yang berpendidikan maka dapat mencetak generasi emas dan memberikan pengaruh besar bagi bangsa dan negara

Ingatlah dibalik orang-orang hebat yang memiliki kecerdasaan, ke’aliman, ketakwaan dan kesabaran luar biasa disana ada sosok ibu yang telah berhasil menjadikannya orang hebat.