PENTINGNYA PERILAKU ISLAMI BAGI SEORANG PENDIDIK
Rizka Alfaujiah
Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah
Perkembangan teknologi sudah semakin canggih. Banyak hal yang bisa didapatkan dari zaman saat ini. Setiap orang berlomba lomba untuk mengikuti zaman ini, karena tidak mau disebut “orang yang ketinggalan zaman”. Tidak menjadi masalah jika yang diikuti adalah hal yang baik, dapat mengedukasi para pengikutnya, tapi bagaiamana jika yang ditampilkan adalah hal yang kurang baik, hanya untuk mencari keviralan semata ?. Menjadi seorang pendidik bukanlah hal yang mudah. Karena pendidik adalah role mode bagi para siswanya. Salah satu motivasi untuk tetap berdiri menjadi seorang pendidik adalah ingin memeperbaiki diri lebih baik lagi. Seorang pendidik setidaknya harus bisa berperilaku islami, meskipun terkadang perilaku islami dipandang sebelah mata dianggap ketinggalan zaman. Tapi perilaku islami adalah hal yang dapat memberikan pengaruh luar biasa.
- Pendidik dan perilaku islami
- Pendidik
Pendidik asal katanya dari kata “didik” yang artinya merawat, memelihara supaya seseorang memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki karakter sopan santun, berakhlak mulia dan lain sebagainya. Selanjutnya kata didik ditambah dengan awalan pe- menjadi pendidik. Maka dari itu pendidik adalah orang yang mendidik. Pendidik adalah suri teladan ( contoh yang baik ) setelah orang tua. Pendidik ( guru ) adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap peserta didik dikelas atau sekolah.
- Arti perilaku islami
Perilaku adalah suatu tindakan yang dilakukan manusia baik secara sadar maupun tidak . Jadi perilaku islami adalah tindakan yang dilakukan secara sadar maupun tidak berdasarkan ajaran islam yang sesuai dengan tuntunan alquran dan hadits.
- Fungsi seorang pendidik
Selain sebagai suri tauladan, seorang pendidik dapat menjadi pembimbing, orang yang menginspirasi, memotivasi bagi peserta didiknya. Pendidik sebagai pembimbing karena peserta didik memerlukan sosok yang dapat membimbingnya menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa. Pendidik sebagai orang yang menginspirasi adalah pendidik yang dapat memberikan solusi kepada anak didiknya ketika mengalami kesulitan baik dari segi pengetahuan maupun bukan pengetahuan. Pendidik berfungsi sebagai motivator karena dalam proses pembelajaran peserta didik dapat mengalami naik turun semangat, maka dari itu pendidik harus menjalankan fungsinya sebagai pendidik yang memotivasi.
- Tugas seorang pendidik
Seorang pendidik memiliki tugas yang sangat mulia, karena tugas pendidik tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja tetapi juga dengan membentuk kepribadian peserta didiknya, bertanggung jawab. Karena tujuan akhir dari seorang pendidik adalah menjadikan anak didiknya manusia yang bertanggung jawab dan menjadi manusia yang “rahmatan lil ‘aalamiin” ( rahmat bagk seluruh alam ). Maka dari itu seorang pendidik memiliki tempat yang istimewa dan dimuliakan, karena agama islam tidak dapat berkembang jika tidak dilestarikan oleh orang ( pendidik ) yang memiliki ilmu.
- Karakter seorang pendidik
Karakter adalah sifat ( watak ) dan kepribadian yang harus dimiliki seorang pendidik, beberapa diantaranya :
- Memiliki sifat ikhlas
Ikhlas dalam mendidik peserta didiknya dan hanya mengharapkan ridho dari Allah semata.
- Memiliki sifat sabar
Sifat sabar sangat penting dimiliki oleh seorang pendidik karena seorang pendidik akan dihadapkan dengan berbagai macam karakter yang berbeda dari setiap peserta didiknya bahkan dapat mencapai ratusan karakter. Karakter berbeda muncul dari setiap peserta didik dipengaruhi dari bimbingan pertama keluarga khususnya orang tua masing masing.
- Memiliki sifat jujur
Sifat jujur sangat tidak kalah penting juga. Karena jujur adalah sifat yang harus dicontoh dari Rasulullah. Rasulullah bersabda : ” Kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga ” ( Hadits Riwayat Bukhari Muslim ).
Sifat jujur dapat menghindarkan kita dari permasalahan, memberika kepercayaan diri, menunjukkan kualitas dan kepribadian yang baik dan masih banyak lagi contohnya.
- Dapat menyampaikan apa yang diperbolehkan atau tidak dalam agama islam
Allah berfirman dalam Q.S Albaqarah (2) ayat 42, yang artinya:
“Dan janganlah kamu campur adukkan kenenaran dengan kebathilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahuinya”.
Seorang pendidik harus bedani menyampaikan yang benar walaupun yang disampaikan nya itu pahit ( tidak diinginkan ) maka hal itu harus kita lakukan sebagai pendidik. Sampaikanlah hukum dengan benar, contohnya jika sesuatu itu hukumnya halal maka sampaikanlah halal, begitu juga sebaliknya jika sesuatu itu haram maka sampaikanlah bahwa itu haram.
- Memiliki metode belajar yang menarik
Metode berasal dari dua kata yaitu meta yang artinya melalui dan hodos yang artinya jalan atau cara. Jadi metode adalah cara atau jalan yang paling tepat dalam melakukan suatu hal. Seorang pendidik harus memilki metode belajar yang menarik dan tetap menggunakan nilai nilai keislaman. Metode belajar yang menarik dapat memberikan semangat bagi peserta didik dalam belajar. Selain itu metode belajar yang menarik dan tidak monoton akan dapat memberikan tantangan untuk tetap semangat dalam berpartisipasi aktif dalam belajar.
- Menyaring Informasi dan bersikap bijak di era digital
Hal terpenting bagi seorang pendidik di era digital ini adalah harus mampu menyaring apa yang didapat dari media baik itu informasi maupun bukan. Maksud harus menyaring disini adalah seorang pendidik jangan mudah terpengaruh oleh tren atau gaya yang sedang “booming” atau viral tanpa mempertimbangkan apakah hal itu baik atau tidak dalam nilai nilai pendidikan dan agama. Jadi harus mampu memilah informasi dan tidak sekedar hanya ikut ikutan saja.
Intinya seorang pendidik harus menjadi contoh yang baik di era digital ini. Baik dalam perkataan, perbuatan bahkan dalam bermedia sosial. Tidak sedikit para calon pendidik dan yang sudah menjadi pendidik pun berbicara kurang sopan atau kasar tanpa mencari tahu arti kata itu sendiri, baik atau tidaknya di ucapkan. Apalagi dalam bermedia sosial, banyak pendidik dalam berfoto atau membuat konten konten kurang mengedukasi untuk para pengikutnya. Mari menjadi pendidik yang dapat menjadi contoh baik dengam tidak meninggalkan atau memgabaikan teknologi yang sangat pesat ini, mari gunakan teknologi untuk menjadi contoh dalam berperilaku islami.
