Perpustakaan Pelita Hati Desa Nanggerangjaya Raih Juara 2 Tingkat Kabupaten Kuningan, Menyalakan Cahaya Literasi untuk Generasi Masa Depan
Kabar gembira datang dari Desa Nanggerangjaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan. Perpustakaan Pelita Hati berhasil meraih Juara 2 Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi yang tumbuh di tengah masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif sekaligus mengangkat nama desa di tingkat kabupaten.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan komitmen dalam mengembangkan budaya baca di lingkungan masyarakat. Perpustakaan saat ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat menyimpan buku, melainkan sebagai pusat pembelajaran, ruang kreativitas, sarana pemberdayaan masyarakat, serta tempat bertemunya gagasan-gagasan yang mampu mendorong kemajuan desa.
Di tengah persaingan yang melibatkan ratusan desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan, keberhasilan Perpustakaan Pelita Hati menjadi pencapaian yang patut dibanggakan. Dengan jumlah 361 desa dan 15 kelurahan yang tersebar di 32 kecamatan, penghargaan ini menunjukkan bahwa Desa Nanggerangjaya memiliki komitmen kuat dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Desa Nanggerangjaya, pengelola perpustakaan, para relawan, serta seluruh masyarakat yang selama ini turut menjaga dan mengembangkan berbagai program literasi. Berbagai kegiatan edukatif yang dilaksanakan menjadi bukti bahwa perpustakaan mampu hadir sebagai ruang yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kepala Desa Nanggerangjaya, Bapak Memed Mahmedi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas prestasi yang diraih Perpustakaan Pelita Hati. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja sama antara pengelola perpustakaan, Pemerintah Desa, dan seluruh masyarakat yang selama ini mendukung perkembangan budaya literasi. Beliau berharap Perpustakaan Pelita Hati dapat terus berkembang dan menjadi sarana untuk mencetak generasi penerus yang cerdas, berkarakter, gemar membaca, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan Desa Nanggerangjaya di masa depan.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Pelita Hati, Fadli Daud Abdullah, S.H., M.H., berharap perpustakaan terus menjadi wadah tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap buku dan budaya literasi sejak usia dini. Menurutnya, perpustakaan berperan penting dalam membentuk kebiasaan membaca, kemampuan berpikir, serta karakter generasi muda. Hal ini menunjukkan relevansi dengan teori The Heckman Curve yang digagas oleh James Heckman, peraih Nobel Ekonomi, menegaskan bahwa investasi paling bernilai bagi kemajuan bangsa adalah pendidikan anak usia dini yang berkualitas, karena memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan keterampilan dan produktivitas manusia. Melalui akses literasi dan lingkungan belajar yang positif, perpustakaan menjadi sarana strategis dalam menanamkan keterampilan dasar yang akan berkembang menjadi keterampilan lanjutan, sehingga menghasilkan generasi yang cerdas, produktif, dan berdaya saing di masa depan.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Perpustakaan Pelita Hati memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan koleksi bacaan. Perpustakaan menjadi investasi sosial jangka panjang yang menanamkan kecintaan membaca sejak usia dini, memperluas wawasan generasi muda, serta membangun fondasi pengetahuan yang akan melahirkan keterampilan-keterampilan baru di masa mendatang. Prestasi Juara 2 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan simbol bahwa Desa Nanggerangjaya sedang menanam benih masa depan melalui literasi. Dengan dukungan seluruh masyarakat, Perpustakaan Pelita Hati diharapkan terus menjadi cahaya pengetahuan yang menerangi perjalanan generasi penerus menuju masyarakat yang lebih berakhlak, cerdas, berbudaya, dan sejahtera.
