POLA ASUH PADA ANAK TUNGGAL DALAM MEMBENTUK KEDISPLINAN DAN KEMANDIRAN

 POLA ASUH PADA ANAK TUNGGAL DALAM MEMBENTUK KEDISPLINAN DAN KEMANDIRAN

Tiara Annastasya

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah

Pola asuh merupakan cara orang tua dalam membina, membimbing, serta mengarahkan anak dalam proses tumbuh kembangnya baik dalam membentuk kedisiplinan atau kemandirian, pola asuh juga mencakup mengenai pembiasaan aturan, pemberian kasih sayang, hingga pemberian tanggung jawab apa saja yang harus anak itu lakukan, terdapat beberapa pola asuh yang sering orang tua terapkan diantaranya pola asuh otoriter, pola asuh permisif, serta pola asuh demokratis. Pola asuh Otoriter itu merupakan pola asuh yang sangat dominan pada kekuasaan orang tua baik dalam pegambilan keputusan maupun hal-hal yang dikehendakinya. Lalu pola asuh permisif itu dimana orang tua itu memberikan kebebasan penuh pada anak sehingga anak itu menjadi pribadi yang tidak tau aturan dan batasan, dan ada juga pola asuh demokratis yang mana pola asuh ini menjunjung keterbukaan antara orang tua dan anak, pola asuh ini juga selalu memberikan kesempatan untuk anak berpendapat, sehingga anak itu menjadi seorang yang memiliki kebebasan tetapi juga tau apa yang harus dipertanggung jawabkan. Ketiga pola asuh ini pastinya memiliki masing-masing manfaat serta dampak dalam pertumbuhan anak serta pembentukan karakter, tetapi pola asuh demokratis lah yang sering dianggap pola asuh yang ideal karena pola asuh demokratis itu dapat mengajarkan anak untuk belajar disiplin serta mandiri. Begitu juga dalam penerapan pola asuh, itu tidak selamanya sama hasilnya dalam setiap keluarga karna pola asuh itu akan berjalan dengan baik tergantung lingkungan, jumlah anak, serta perhatian orang tuanya. Disisi lain juga pola asuk pada anak yang memiliki saudara dan pola asuh pada anak tunggal itu pastinya berbeda dalam segi penerapannya, karena jika anak yang memiliki saudara itu pada umumnya kasih sayangnya terbagi tetapi dalam segi kedisiplinan dan kemandiriannya sudah diterapkan pada sejak kecil namun itu juga tergantung pada orang tuanya, sedangkan anak tunggal itu anak yang tidak memiliki saudara yang mana anak itu satu-satunya yang dimiliki orang tua sehingga kasih sayang, perhatiannya, dan harapan itu semua tertuju pada dirinya, namun posisi anak tunggal ini ada beberapa kelebihan namun pasti juga terdapat tantangannya. Yang mana anak tunggal ini pada umumnya mendapatkan dukungan penuh baik dalam segi materi, kasih sayang, pendidikan, serta kedekatan emosional yang sangat kuat dengan orang tua nya, tetapi disisi lain juga mendidik anak tunggal itu menjadi suatu tantangan bagi orang tua dalam memilih pola asuh yang baik dan tepat karena jika pola asuh itu kurang tepat maka anak tunggal itu beresiko tumbuh menjadi anak yang kurang disiplin, manja, serta sangat bergatung pada orang tuanya atau tidak mandiri.

Pola Asuh dalam Membentuk Kedisiplinan Anak Tunggal

Dalam membentuk kedisiplinan pada anak tunggal itu bisa terbentuk namun tidak secara instan, orang tua bisa melakukan pembiasaan seperti bangun tidur di pagi hari, membereskan tempat tidur, belajar, membereskan mainan, serta di berikan tanggung jawab terhadap tugas rumah, seghingga anak terbiasa  dalam mengatur waktu serta memahami pentingnya keteraturan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi dalam pembiasaan kedisiplinan, orang tua itu tidak boleh melakukan dengan cara yang keras atau menakutkan, justru orang tua itu harus memberikan pemahaman terlebih dahulu serta mengenalkan makna di balik aturan yang diterapkan padanya, sehingga anak menjadi tau bahwa disiplin itu bukan hanya kewajiban saja tetapi juga itu merupakan kesadaran diri mengenai tanggung jawabnya. Yang mana dalam proses pemberian pemahaman pada anak, itu pastinya harus dilakukan dengan sabar tidak penuh emosi sehingga itu akan menumbukan rasa hormat anak pada orang tua serta anak menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab pada dirinya sendiri.

Pola Asuk dalam Membentuk Kemandirian Anak Tunggal

Selain membentuk kedisiplinan pada anak tunggal itu penting, ternyata kemandirian juga sangat penting, karena anak tunggal itu sangat rentan menjadi seseorang yang sangat bergantung pada orang tua, jika hal ini dibiarkan saja anak tunggal itu kelak akan merasa kesusahan di masa depan. Dengan itu perlunya dorongan dari orang tua dengan cara memberikan tanggung jawab kecil seperti anak itu dibiasakan atau dilatih untuk membereskan tempat tidurnya, membereskan mainan, menyiapkan buku pelajaran untuk sekolah, menyimpan peralatan sekolah pada tempatnya. Lalu orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan seperti orang tua bisa menanyakan kepada anak dalam segi pemilihan pakaian, memilih menu makanan, seerta kegiatan ekstrakurikuler, dengan ini anak bisa belajar dan berani untuk mengambil keputusan. Selain itu orang tua juga bisa mendorong anak untuk mencoa hal aru sendiri, serta selalu melibatkan anak dalam aktivitas sosial. Dengan melalui proses ini, anak tunggal itu bukan hanya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri saja tetapi juga anak memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tantangan di dalam kehidupan.

Tantangan dalam Penerapan Pola Asuh Pada Anak Tunggal

Disetiap penerapan pola asuh pastinya memiliki tantangan, apalagi bagi anak tunggal seperti Sikap protektif orang tua terhadap anak, terlalu memanjakan, kesulitan dalam bersosialisasi, serta kurangnya pengalaman berbagi karena tidak memiliki saudara kandung. Maka dari itu, orang tua dalam menghadapi tantangan itu perlu menanamkan kedisiplinan itu secara konsisten bukan hanya memerintah saja pada anak untuk disiplin tetapi juga orang tua memberi contoh, karena anak itu terbentuk dari kebiasaan yang orang tuanya itu terapkan.

Kesimpulan

Memilih Pola asuh itu suatu peranan penting dalam membentuk karakter anak tunggal terutama dalam segi kedisiplinan dan kemandirian, oleh karena itu orang tua perlu memilah memilih polah asuh yang baik agar seimbang dari segi kasih sayang serta ketegasannya, dari berbagai bentuk pola asuh ternyata pola asuh demokratis lah yang tepat menjadi pilihan dalam membentuk kedisipilinan dan kemandirian pada anak tunggal, karena pola asuh itu dapat menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk mandiri. Dengan pemilihan pola asuh secara tepat anak tunggal itu dapat tumbuh menjadi anak yang memiliki kepercayaan diri, matang, serta anak itu siap dalam menghadapi tantangan dikehidupannya.

Leave a Reply