SHINE AL-FALAH “Bersinar Menuju Kesuksesan Hakiki” Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau Semangat MILAD 13

SHINE AL-FALAH
“Bersinar Menuju Kesuksesan Hakiki”
Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau
Semangat MILAD 13

Oleh:
Duski Samad

 

فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
“Maka mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Tidak semua orang wajib terjun ke medan jihad fisik; sebagian harus nafar—berangkat untuk belajar mendalam.

Tugas utama penuntut ilmu adalah tafaqquh fid-din: memahami agama secara komprehensif, mendalam, dan sistematis.

Setelah kembali, mereka wajib menjadi munzir—pencerah, penyampai peringatan, pendidik umat.Tujuannya: agar umat berhati-hati (يحذرون)
→ berakhlak, berilmu, tidak tersesat oleh kebodohan, fitnah, dan kelemahan moral.

Ayat ini menjadi fondasi institusional pesantren, ulama Minangkabau, dan tradisi Surau: ada yang belajar mendalam, lalu pulang membawa ilmu untuk memajukan nagari.

Laulā nafar… menegaskan peran santri sebagai kader perubahan.

Tafaqqahū fid-dīn adalah inti visi pesantren: melahirkan faqih, mujahid, dan dai.
Liyundhirū qaumahum selaras dengan misi kembali ke nagari membawa cahaya ilmu dan akhlak.

La‘allahum yaḥdharūn menjadi fungsi sosial pesantren: membangun kesadaran moral, spiritual, dan peradaban.

Shine Al-Falah hadir sebagai pusat pendidikan dan dakwah yang menyalakan kembali semangat al-falah—kejayaan, keberkahan, dan kemenangan hakiki—yang menjadi inti ajaran Islam. Firman Allah dalam QS. At-Taubah 122 menegaskan bahwa sebagian umat mesti mendalami agama (tafaqquh fiddin) dan kembali kepada masyarakat membawa pencerahan, peringatan, dan perubahan. Visi inilah yang menjadi pondasi kebangkitan Shine Al-Falah memasuki usia ke-13 sebagai gerakan ilmu, akhlak, dan pengabdian.
Bersama spirit reborn, pesantren ini menegaskan kembali jati dirinya sebagai Perkampungan Minangkabau yang memadukan kearifan adat (adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah) dengan tradisi keilmuan pesantren. Sinar al-falah memancar lewat kurikulum yang berorientasi masa depan, pembinaan akhlak, kecakapan hidup, dan dakwah berkelanjutan untuk membentuk pribadi muslim yang cerdas, kuat, dan berkontribusi bagi umat.

Kompetensi Abad 21
Untuk menjawab tantangan zaman, Shine Al-Falah mengembangkan lulusan dengan kompetensi inti:

1.Critical Thinking dan Problem Solving
Mampu menganalisis persoalan umat dan menemukan solusi kreatif berbasis ilmu dan nilai-nilai Qurani.

2.Communication dan Dakwah Literacy
Kemampuan menyampaikan pesan Islam secara efektif, bijak, dan sejuk melalui lisan, tulisan, maupun media digital.

3.Collaboration dan Leadership
Memupuk jiwa kepemimpinan berbasis khidmah dan nilai-nilai Minangkabau yang menekankan musyawarah dan kebersamaan.

4.Creativity dan Entrepreneurial Mindset.
Menyiapkan santri menjadi wirausahawan berakhlak, yang memadukan ilmu agama dengan kecakapan industri kreatif syariah.

5.Digital Literacy dan Islamic Technology Ethics
Membekali santri kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, amanah, dan beretika Islami.

Penutup
Dengan motto “Bersinar Menuju Kesuksesan Hakiki”, Shine Al-Falah berkomitmen melahirkan generasi faqih, berakhlak mulia, berdaya saing global, dan menjadi pelita bagi Minangkabau serta dunia Islam. Reborn 13 tahun adalah momentum untuk memperluas cahaya, menegaskan kembali misi dakwah, dan memperkuat peran pesantren dalam membangun umat.