SMART SURAU MENUJU MASJID SEBAGAI COMMUNITY CENTRE

SMART SURAU MENUJU MASJID SEBAGAI COMMUNITY CENTRE

Oleh: Duski Samad
Pengasuh surautuanku professor@series42.

 

Judul di atas diangkat dari diskusi penulis dengan Rektor UNP Padang, Ketua NU Prof. Ganefri dan Ketua Perti Sumatera Barat Afrizal Moetwa dalam meresponi sambutan Walikota Padang Fadli Amran tentang Smart Surau saat kunjungan Ramadhan di masjid Jamik Bungo Pasang Koto Tangah Padang, Rabu, 18 Maret 2026.

Wako Fadli Amran menyampaikan belum satu tahun progul Smart Surau, dan Pesantren Ramadhan disambut antusias dan diikuti anak sekolah, selanjutnya akan terus disempurnakan. Saran dan pendapat masyarakat dan akademisi ditunggu.

Mencermati masalah sosial masyarakat yang terus bertambah maka perlu inovasi, misalnya pesta dijalan raya kata Rektor UNP ini apa mungkin difasilitasi oleh lingkungan dengan mengembangkan masjid yang punya lahan luas atau berlantai dua.

Sebelumnya Walikota Padang menyatakan terus mengembangkan Smart Surau dengan mendorong adanya fasilitas gedung, taman, Wifi, dan kebutuhan yang diperlukan publik, lebih lagi bagi milinial.

Di tengah berbagai tantangan sosial masyarakat perkotaan seperti kenakalan remaja, tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, krisis akhlak, dan disrupsi digital, program ini patut diapresiasi bukan hanya sebagai program keagamaan biasa, tetapi sebagai strategi pembangunan peradaban berbasis nilai Islam dan kearifan lokal Minangkabau.

Smart Surau sesungguhnya merupakan bentuk modern dari konsep Masjid Community Centre, yaitu masjid yang berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, bukan hanya tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pendidikan, sosial, dan penguatan karakter masyarakat.

Surau dan Masjid Pusat Peradaban

Surau dan masjid memiliki fungsi yang sangat strategis. Surau bukan hanya tempat shalat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan ulama, pembinaan pemuda, tempat kaderisasi Tuanku, pusat tarekat, dan ruang pembentukan karakter masyarakat.

Dari surau lahir ulama besar seperti Syekh Burhanuddin Ulakan yang menjadi pelopor Islamisasi Minangkabau. Dari surau pula lahir generasi yang kuat akhlaknya, kokoh adatnya, dan luas ilmunya.

Karena itu, Smart Surau sejatinya bukan program baru, tetapi revitalisasi fungsi lama surau yang pernah menjadi jantung peradaban Minangkabau.

Smart Surau sebagai Masjid Community Centre

Secara konseptual, Smart Surau memiliki kesamaan dengan konsep Masjid Community Centre yang berkembang di dunia Islam modern. Masjid tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga:

  1. Pusat pendidikan umat
  2. Pusat pembinaan karakter generasi muda
  3. Pusat kegiatan sosial masyarakat
  4. Pusat pemberdayaan ekonomi umat
  5. Pusat literasi digital keislaman

Smart Surau juga dapat dipahami sebagai: Model Masjid Community Centre berbasis Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Smart Surau dan Pembangunan Kota

Pembangunan kota tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Jalan yang bagus, gedung yang megah, dan fasilitas modern tidak akan menjamin lahirnya masyarakat yang beradab jika tidak diikuti dengan pembangunan moral dan spiritual.

Dalam pembangunan sosial, kota yang kuat adalah kota yang memiliki social capital (modal sosial) yang kuat. Salah satu sumber modal sosial terbesar dalam masyarakat adalah surau.

Smart Surau dapat menjadi instrumen pembangunan karakter masyarakat melalui:

  1. Wirid remaja
  2. Pendidikan Al-Qur’an
  3. Pembinaan akhlak pemuda
  4. Kegiatan sosial jamaah

Penguatan nilai ABS-SBK
Ini sejalan dengan firman Allah:”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan sosial harus dimulai dari perubahan karakter manusia. Smart Surau berfungsi membangun karakter itu.

Smart Surau sebagai Investasi Peradaban

Program Smart Surau harus dipandang sebagai investasi jangka panjang peradaban, bukan sekadar program seremonial. Progul Smart Surau bukan beban anggaran, tetapi adalah investasi manusia. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat seperti pembangunan fisik, tetapi dampaknya jauh lebih dalam di masa depan.

Surau yang hidup akan melahirkan: Generasi berakhlak. Pemuda berkarakter. Pemimpin berintegritas. Masyarakat religius. Warga kota yang harmonis dan sejahtera.

Sebaliknya, jika surau kosong, maka ruang pembinaan karakter akan diisi oleh pengaruh negatif lingkungan dan media sosial, yang ujungnya krisis akhlak dan berkembang nya penyakit sosial.

Dalam sosiologi agama, lembaga keagamaan yang aktif terbukti mampu menurunkan tingkat penyimpangan sosial. Karena itu Smart Surau sebenarnya adalah program preventif sosial berbasis agama.

Smart Surau ke Depan

Agar Smart Surau benar-benar menjadi Community Centre yang efektif, program ini dapat diperkuat dengan:

Pertama, integrasi pendidikan agama dan pendidikan karakter.

Kedua, penguatan peran pemuda masjid sebagai agen perubahan sosial.

Ketiga, pemanfaatan teknologi digital untuk dakwah dan edukasi.

Keempat, pengembangan fungsi sosial dan ekonomi surau melalui zakat, infak, dan wakaf produktif.

Kelima, kaderisasi mubaligh dan dai muda sebagai penerus ulama dan cendikiawan berkarakter religius.

Jika ini berjalan konsisten, Smart Surau bukan hanya program lokal, tetapi bisa menjadi model nasional pembangunan masyarakat berbasis masjid.

Penutup: Menghidupkan Surau, Menguatkan Kota

Smart Surau sesungguhnya mengajarkan satu hal penting: membangun kota harus dimulai dari membangun manusia. Dan membangun manusia membutuhkan pusat pembinaan nilai. Dalam tradisi Minangkabau, pusat itu adalah surau.

Karena itu, keberhasilan Smart Surau bukan diukur dari jumlah program, tetapi dari seberapa jauh surau dan masjid kembali hidup dengan jamaahnya, pemudanya, dan aktivitas ilmunya.

Jika surau dan masjid hidup, masyarakat akan kuat. Jika masyarakat kuat, kota akan maju.
Sebagaimana falsafah Minangkabau mengajarkan: “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.”

Dan dalam bahasa pembangunan modern dapat dirumuskan:
“Jika sekolah membangun kecerdasan, maka surau membangun peradaban.”
Atau lebih sederhana:
“Hidupkan Surau, Kuatkan KotaPadang.”ds.18032026.

Leave a Reply

News Feed